Blockchain Review · Ep 18 dari 18
ARC
Di artikel ini12 bagian
- Masalah yang Ingin Diselesaikan
- Mekanisme dan Teknologi Arc
- Dua lapisan: Malachite dan Reth
- Siklus hidup sebuah transaksi
- Model stablecoin native
- EIP-1559 plus perata EWMA
- Privasi opsional: Arc Privacy Sector
- Modul khusus dan precompile
- Siapa yang Mengamankan Jaringan
- Soal Token ARC
- Apa Artinya bagi Builder dan Pengguna di Indonesia
- Kesimpulan
Kamus Crypto · Ketuk istilah bergaris titik untuk lihat artinya.
Circle, penerbit USDC, tidak lagi puas hanya menjadi penerbit . Perusahaan itu membangun blockchain sendiri bernama Arc dan menempatkannya sebagai Economic OS untuk internet.
Klaimnya sederhana. Jika stablecoin akan menjadi rel pembayaran, settlement, dan pasar modal digital, rel itu harus dirancang khusus untuk uang, bukan untuk game, NFT, atau eksperimen yang berganti gas token setiap musim.
Arc adalah Layer 1 publik yang kompatibel dengan EVM. Gas dibayar dengan USDC, finalitasnya deterministik di bawah satu detik, dan validatornya bersifat permissioned. Pengembang tetap bisa deploy kontrak tanpa izin. Kombinasi itu yang membedakannya dari Ethereum, Solana, atau L2 yang memakai token volatil sebagai bahan bakar jaringan.
Public mainnet dijadwalkan 16 September 2026. Artikel ini ditulis sehari sebelumnya.
Postingan X terkait: Review Blockchain Ep. 16: ARC
Masalah yang Ingin Diselesaikan
Banyak institusi sudah tertarik pada stablecoin, tetapi infrastruktur yang ada masih terasa asing untuk operasional keuangan sungguhan. naik turun mengikuti harga token native. Settlement sering bersifat probabilistik, artinya transaksi dianggap cukup aman setelah beberapa blok, bukan final pada saat itu juga. Likuiditas terpecah di banyak rantai. Privasi dan kebutuhan audit sulit bertemu dalam satu desain.
Arc menjawab empat hambatan itu secara langsung. Biaya berdenominasi dolar lewat USDC. Settlement dianggap selesai begitu konsensus mengunci blok. Interoperabilitas dibangun bersama tumpukan Circle seperti CCTP dan Gateway. Privasi bersifat opsional, bukan default gelap.
Jeremy Allaire, CEO Circle, merangkum premisnya dengan kalimat yang cukup tegas. Sistem keuangan global, menurutnya, pantas mendapat jaringan blockchain yang bisa dipercaya. Arc mencoba menjadi jaringan itu, dengan institusi yang sama yang akan memakainya ikut mengamankan validator set.
Mekanisme dan Teknologi Arc
Arc bukan L2 di atas Ethereum. Ia rantai dasar sendiri dengan dua lapisan yang dipisahkan agar masing-masing bisa dioptimalkan. Lapisan konsensus mengurutkan dan mengunci blok. Lapisan eksekusi menjalankan transaksi dan menulis perubahan state. Pemisahan ini yang memungkinkan finalitas cepat tanpa mengorbankan kompatibilitas EVM.
Dua lapisan: Malachite dan Reth
Lapisan konsensus memakai Malachite, implementasi Tendermint BFT berkinerja tinggi. Tugasnya satu: menyepakati urutan transaksi di antara set validator yang diizinkan. Mekanismenya dua fase. Pertama pre-vote, setiap validator menilai apakah blok usulan sah. Kedua pre-commit. Jika lebih dari dua pertiga validator pre-commit pada blok yang sama, blok itu di-commit.
Setelah commit, blok final dan tidak bisa di-reorg. Tidak ada masa tunggu “enam konfirmasi” seperti Bitcoin, dan tidak ada finalitas ekonomi yang baru mengeras setelah belasan menit seperti Ethereum PoS.
Lapisan eksekusi memakai Reth, klien eksekusi Ethereum berbasis Rust. Reth menyimpan seluruh state rantai: akun, saldo, kontrak, storage. Ia menjalankan logika EVM, memotong biaya gas, lalu menghitung Merkle root state baru yang diserahkan ke konsensus untuk dikunci.
Lingkungan eksekusinya mengikuti hard fork Osaka, sehingga Solidity, Hardhat, Foundry, dan Viem tetap bisa dipakai. Circle tetap mengingatkan ada perbedaan EVM yang wajib dibaca sebelum production deploy.
Benchmark internal menyebut lebih dari 3.000 TPS dengan sekitar 20 validator dan finalitas di bawah 350 milidetik. Di testnet, waktu blok sekitar 0,48 detik. Kapasitas gas protokol sekitar 30 juta gas per blok, atau sekitar 60 juta gas per detik pada waktu blok 0,5 detik. Validator bersifat Proof of Authority dan diisi institusi teregulasi. Akses developer tetap permissionless.
Siklus hidup sebuah transaksi
Alur resminya linier dan selesai dalam waktu kurang dari satu detik.
Pengguna atau aplikasi mengirim transaksi bertanda tangan ke node Arc lewat JSON-RPC. Node memvalidasi tanda tangan, saldo, dan nonce, lalu menaruhnya di mempool. Validator yang sedang menjadi proposer merangkai transaksi antrian menjadi kandidat blok dan menyiarkannya.
Validator lain pre-vote, lalu pre-commit. Jika kuorum dua pertiga tercapai, blok di-commit dan setiap transaksi di dalamnya menjadi irreversibel. Baru setelah itu Reth mengeksekusi isi blok, memotong fee, menjalankan kontrak, dan menghitung state root.
Urutan itu penting. Finalitas terjadi sebelum eksekusi selesai ditulis ke state, bukan sesudah rantai “cukup dalam.” Untuk pembayaran, FX, dan settlement , itu perbedaan operasional, bukan sekadar jargon.
Model stablecoin native
Keputusan desain paling menentukan adalah tidak adanya token gas volatil. USDC menjadi gas native. Setiap biaya transaksi, saldo native, dan transfer native berdenominasi USDC. Pengguna tidak perlu menahan aset kedua hanya untuk membayar jaringan.
USDC di Arc memakai dual interface dengan saldo yang sama. Interface native memakai 18 desimal untuk akuntansi gas, native send, dan msg.value. Interface ERC-20 memakai 6 desimal di alamat 0x3600000000000000000000000000000000000000 untuk transfer aplikasi, approval, dan allowance. balanceOf di ERC-20 memotong 12 desimal terakhir, jadi pecahan di bawah 0,000001 USDC tidak terlihat di sana tetapi tetap ada di saldo native. Transfer lewat salah satu interface mengubah saldo bersama. Transfer native bisa gagal jika kena aturan seperti blocklist atau larangan alamat nol.
Pemotongan gas terjadi di tingkat protokol dan tidak memancarkan event biasa. Semua pengiriman USDC, transfer ERC-20, mint, dan burn memancarkan log Transfer 18 desimal dari system emitter. Kontrak ERC-20 juga menulis log Transfer 6 desimal sendiri. Artinya satu transfer ERC-20 menghasilkan dua log. Pengindeks data harus mencocokkan alamat emitter agar tidak menghitung dua kali.
Selain USDC, Arc mendukung EURC dan USYC sebagai kontrak yang sudah dikonfigurasi sejak genesis. EURC untuk aliran berdenominasi euro. USYC adalah token imbal hasil yang merepresentasikan saham di dana pasar uang bertokenisasi berbasis surat utang AS, dengan akses terbatas untuk institusi yang memenuhi syarat. Multi-stablecoin gas lewat paymaster belum didukung pada peluncuran. Modul Stablecoin Services yang akan mengurus settlement lintas mata uang dan transaksi bersponsor masih di peta jalan.
EIP-1559 plus perata EWMA
Pasar fee Arc memakai model EIP-1559, lalu ditambah perataan exponentially weighted moving average. Base fee dihitung dari rata-rata tertimbang utilisasi blok terakhir. Blok baru mendapat bobot lebih besar, blok lama mengecil secara eksponensial. Lonjakan lalu lintas singkat tidak langsung meroketkan harga gas. Ketika utilisasi kembali normal, base fee turun ke target dengan cepat.
Target desain di beban normal sekitar 0,01 dolar per transaksi. Di testnet, lantai base fee 20 Gwei dan plafon 20.000 Gwei. Modul yang mengurus ini disebut Fee Manager dan sudah live. Pengguna disarankan menampilkan biaya dalam USDC, bukan Gwei mentah, agar sesuai dengan model dolar native. maxFeePerGas di bawah 20 Gwei berisiko pending atau gagal. Tip maxPriorityFeePerGas boleh nol, tetapi tip kecil membantu inklusi saat jaringan ramai. Base fee blok berikutnya dipublikasikan di extra_data header induk sebagai nilai 8 byte big-endian.
Desain ini yang membuat biaya terasa “seperti biaya bank,” bukan seperti lelang gas Ethereum saat mint NFT ramai. Di homepage testnet, rata-rata biaya transaksi mingguan yang ditampilkan Circle sekitar 0,045 dolar. Angka produksi mainnet baru bisa dinilai setelah volume sungguhan masuk.
Privasi opsional: Arc Privacy Sector
Privasi di Arc bukan default. Transaksi publik tetap transparan. Yang ditawarkan adalah jalur opt-in bernama Arc Privacy Sector atau APS. Status resminya masih planned, belum live di jaringan. Tetap penting dipahami karena ini bagian dari janji institusional Arc.
Rancangannya satu rantai, dua lingkungan eksekusi. Lingkungan publik menjalankan EVM biasa. Lingkungan privat menjalankan EVM di dalam hardware enclave. Keduanya menghasilkan state root yang dikomit bersama dalam blok yang sama, pada putaran konsensus yang sama. Itu yang disebut composability sinkron. Kontrak privat dan kontrak publik bisa berkoordinasi secara atomik tanpa jembatan lintas rantai dan tanpa antrean pesan asinkron.
Alur pengirimannya kira-kira begini. Pengguna menandatangani transaksi EVM biasa, mengenkripsinya dengan kunci publik jaringan APS, lalu mengirim ciphertext sebagai calldata ke precompile Arc. Di ledger publik, itu hanya terlihat sebagai panggilan precompile biasa dengan muatan buram. Validator yang menjalankan APS di dalam enclave mendekripsi, memverifikasi, dan mengeksekusi terhadap state privat dengan aturan EVM yang sama. Precompile hanya mengembalikan acknowledgment dan biaya gas tetap. Hasil eksekusi, nilai return, dan event log tidak dibuka ke ledger publik.
Setelah blok final, light client di dalam setiap enclave memverifikasi sertifikat commit sebelum state privat bisa di-query. Hasil transaksi diambil dari node RPC dengan hash transaksi plus bukti otorisasi. Aset berpindah lewat operasi shield dan unshield yang dikontrol precompile dalam satu blok. Token di sisi publik dikunci atau dibakar, cermin privat di-mint, dan sebaliknya.
Kunci induk tidak dipegang satu validator. Rahasia dipecah dengan kriptografi ambang dan hanya dirakit ulang di dalam enclave yang sudah di-attest, dengan ambang yang mengikuti batas keamanan BFT. Minoritas yang berkolusi tidak cukup untuk membuka state privat. Backend awal memakai Trusted Execution Environment karena karakteristik kinerjanya, dengan ruang untuk backend kriptografi lain di kemudian hari. View key dirancang agar auditor atau regulator bisa diberi akses baca terbatas tanpa membuat seluruh ledger gelap.
Perlu diulang. APS belum tersedia. Yang live hari ini adalah Fee Manager dan model USDC native. Privasi masih janji arsitektur, bukan fitur produksi.
Modul khusus dan precompile
Selain Fee Manager, Arc menambahkan CallFrom precompile yang menjaga msg.sender pada delegated call. Precompile ini dipakai Memo contract dan Multicall3From untuk transaksi bertumpuk dan beranotasi. Itu detail kecil, tetapi relevan bagi tim yang membangun batch payment, treasury automation, atau agen yang mengeksekusi banyak langkah dalam satu transaksi.
Di atas jaringan, Circle menempelkan tumpukan miliknya. USDC, CCTP, Gateway, on-ramp institusional, dan layanan developer. Arc ingin jadi titik settlement, lalu memindahkan likuiditas ke Ethereum, Solana, dan rantai lain tanpa memaksa seluruh dunia pindah ke satu rantai.
Siapa yang Mengamankan Jaringan
Validator founding cohort-nya tidak terlihat seperti daftar validator rantai ritel biasa. Selain Circle, nama yang diumumkan mencakup BlackRock, DTCC, Galaxy, Global Payments, ICE, Mastercard, MoneyGram, SBI, Standard Chartered, Sumitomo Corporation, dan Visa. Modelnya permissioned Proof of Authority. Institusi yang membangun di atas jaringan juga ikut mengamankannya.
Integrasi yang sudah diumumkan bernuansa institusional. BlackRock merencanakan deployment BUIDL di Arc. DTCC berbicara tentang tokenisasi aset dalam kustodian DTC, dengan target implementasi pada paruh kedua 2027. Di sisi aplikasi, nama yang disebut untuk hari pertama mencakup Uniswap, Aave, Morpho, plus penyedia pembayaran seperti Rain, Thunes, dan Wirex, serta infrastruktur seperti Chainlink, Fireblocks, MetaMask, Ledger, Kraken, dan Binance .
Private mainnet sudah berjalan dengan lebih dari 100 builder. Public testnet hidup sejak 28 Oktober 2025. Pada public mainnet Circle berencana menampilkan kerangka aplikasi composable, perangkat bantu AI untuk , dan kemampuan mengelola aset dunia nyata yang ditokenisasi.
Postingan X terkait: Siapa yang Mengamankan Jaringan
Soal Token ARC
Ada whitepaper tentang aset koordinasi native bernama ARC. Fungsinya yang dibahas mencakup tata kelola parameter ekonomi, mekanika fee, utilitas platform, dan jalur transisi dari Proof of Authority ke Proof of Stake lewat . Itu desain jangka panjang, bukan status saat ini.
Sikap resmi Circle perlu dibaca utuh. Token ARC belum diluncurkan. Pembahasan di whitepaper bersifat eksploratif. Belum ada keputusan final apakah token native akan dikembangkan, diterbitkan, atau diedarkan. Token itu, jika suatu saat ada, tidak dimaksudkan sebagai ekuitas Circle, hak bagi hasil, atau instrumen investasi. Siapa pun yang menawari “ARC resmi Circle” hari ini layak dicurigai sampai ada pengumuman di arc.io.
Apa Artinya bagi Builder dan Pengguna di Indonesia
Bagi developer, hambatan masuk relatif rendah. Kontrak Solidity yang sudah ada bisa diuji ulang. Dual interface USDC wajib dipahami agar indeks, accounting, dan UX tidak salah hitung desimal. Finalitas cepat cocok untuk checkout, payout, dan settlement yang tidak tahan menunggu konfirmasi panjang. Fee Manager membuat unit ekonomi aplikasi pembayaran lebih mudah dihitung dalam dolar.
Bagi pelaku keuangan, yang lebih penting adalah siapa yang duduk di validator set dan bagaimana kepatuhan dirancang. Jaringan publik dengan validator institusi adalah kompromi. Akses tetap terbuka, tetapi produksi blok tidak diserahkan ke set anonim. Itu bisa mempercepat adopsi di lingkungan yang terbiasa dengan standar infrastruktur pasar keuangan. Itu juga berarti desentralisasi validator belum menjadi janji hari pertama.
Bagi pengguna ritel Indonesia, manfaat langsung tidak otomatis muncul besok pagi. USDC sudah bisa bergerak di banyak rantai. Yang berubah adalah rel settlement yang ingin dipakai bank, manajer aset, jaringan kartu, dan protokol DeFi dalam satu lingkungan yang biaya dan finalitasnya lebih mudah dijelaskan ke bagian risiko.
Catatan yang sehat. Permissioned validator mengurangi risiko reorg, tetapi menempatkan kepercayaan pada kohort institusi. APS dan Stablecoin Services masih di peta jalan. Integrasi DTCC yang lebih dalam baru diarahkan ke 2027. Perbedaan EVM, meski kecil, tetap bisa menjebak tim yang menganggap EVM compatible berarti identik seratus persen.
Postingan X terkait: Apa Artinya bagi Builder dan Pengguna di Indonesia
Kesimpulan
Arc bukan pesaing Solana untuk memecoin. Bukan pula Ethereum untuk semua kategori dApp. Ia adalah taruhan Circle bahwa rel uang onchain butuh rantai yang gasnya dolar, settlementnya final dalam hitungan detik, dan operatornya bisa diterima meja institusi.
Teknologinya bisa diringkas dalam lima keputusan. Konsensus BFT permissioned untuk finalitas deterministik. Eksekusi Reth agar dunia Ethereum tidak perlu belajar ulang. USDC sebagai gas agar biaya bisa dianggarkan. Fee Manager dengan EWMA agar lonjakan singkat tidak merusak prediktabilitas. Privasi opsional di enclave yang finalnya bareng state publik, kalau dan ketika APS benar-benar live.
Jika mainnet 16 September berjalan sesuai jadwal, yang perlu dilihat bukan harga token yang belum ada, melainkan tiga hal praktis. Apakah biaya USDC tetap rendah saat volume nyata masuk. Apakah Uniswap, Aave, Morpho, dan aliran pembayaran institusi benar-benar hidup di hari pertama. Dan apakah developer di luar lingkaran Circle bisa membangun tanpa gesekan tersembunyi dari dual interface, precompile, dan perbedaan EVM.
Dokumentasi ada di docs.arc.io. Situs utamanya arc.io. Testnet, faucet, dan explorer sudah tersedia bagi yang ingin mencoba sebelum mainnet. Jaringan baru selalu terdengar muluk di hari peluncuran. Yang membedakan Arc adalah siapa yang membangunnya, untuk pekerjaan apa ia dirancang, dan seberapa ketat mekanisme di balik slogan Economic OS itu benar-benar diikat ke protokol.
Artikel ini pertama terbit di X pada 15 September 2026.
Artikel Review Blockchain Ep. 16: ARC Circle, penerbit USDC, tidak lagi puas hanya menjadi penerbit stablecoin. Perusahaan itu membangun blockchain sendiri bernama Arc dan menempatkannya sebagai Economic OS untuk internet. Lihat versi aslinya di X