Paman Beruang Cari di situs

Blockchain Review · Ep 8 dari 18

Hyperliquid

Terbit di X · · 5 menit baca

Di artikel ini7 bagian
  1. Arsitektur Inti Hyperliquid
  2. Mekanisme Konsensus HyperBFT
  3. HyperCore: Order Book On-Chain dan Matching Engine
  4. HyperEVM dan Eksekusi Smart Contract
  5. Pemrosesan Transaksi dan Pipeline
  6. Perkembangan Teknis Terkini
  7. Kesimpulan

Kamus Crypto · Ketuk istilah bergaris titik untuk lihat artinya.

Hyperliquid merupakan blockchain Layer 1 (L1) yang dirancang khusus untuk mendukung perdagangan derivatif dan aset spot secara terdesentralisasi dengan performa tinggi.

Dibangun dari nol dengan pendekatan optimasi pertama prinsip, Hyperliquid mengintegrasikan order book terpusat (Central Limit Order Book/CLOB) secara penuh on-chain, sehingga menghilangkan kebutuhan komponen off-chain tradisional.

Platform ini mencapai latensi sub-detik dan throughput ribuan order per detik sambil mempertahankan finalitas deterministik dan transparansi penuh.

Artikel ini membahas secara mendalam mekanisme teknis serta cara kerja Hyperliquid dari perspektif arsitektur, konsensus, eksekusi, dan pemrosesan transaksi.

Arsitektur Inti Hyperliquid

Hyperliquid dibangun sebagai L1 mandiri yang tidak bergantung pada settlement eksternal seperti Ethereum. Arsitektur utamanya membagi state blockchain menjadi dua lapisan eksekusi yang berbagi konsensus dan state global tunggal:

  • HyperCore (RustVM): Lapisan inti untuk trading. Ini mencakup order book perpetual futures dan spot yang sepenuhnya on-chain. Setiap order, cancel, matching, trade, dan diproses secara transparan di dalam blockchain dengan finalitas satu blok.
  • HyperEVM: Lapisan kompatibel EVM untuk umum. Pengembang dapat men-deploy kontrak Solidity seperti di Ethereum, dengan akses langsung ke likuiditas HyperCore melalui precompiles khusus.

Kedua lapisan ini beroperasi di bawah konsensus yang sama, memungkinkan interaksi sinkron tanpa perlu bridge atau chain terpisah. Pendekatan dual-block juga diterapkan: blok kecil dan cepat untuk HyperCore (prioritas latensi rendah) serta blok besar periodik untuk HyperEVM (kapasitas lebih tinggi). Hasilnya adalah decoupling antara kecepatan blok dan ukuran blok, sehingga throughput tetap optimal.

Sumber: https://medium.com/@gwrx2005/technical-architecture-comparison-hyperliquid-dydx-and-lighter-xyz-2fd005854a7e

Mekanisme Konsensus HyperBFT

Inti keamanan dan performa Hyperliquid adalah HyperBFT, algoritma konsensus Byzantine Fault Tolerant (BFT) yang dioptimalkan dan terinspirasi dari HotStuff serta LibraBFT (dari Meta).

HyperBFT menggabungkan elemen Delegated Proof-of-Stake (DPoS) dengan pipelining untuk mencapai kecepatan tinggi tanpa mengorbankan keamanan.

Cara kerja HyperBFT langkah demi langkah:

  1. Pemilihan Validator: Validator dipilih berdasarkan token native (HYPE). Set validator aktif terbatas dan berputar secara deterministik.
  2. Proposal dan Voting: Leader rotasi mengusulkan blok. Validator lain memberikan suara melalui komunikasi pipelined (overlapping rounds), sehingga tidak perlu menunggu finalisasi blok sebelumnya sebelum memproses yang berikutnya.
  3. Finalitas: Konsensus dicapai dengan quorum (supermajority) dalam waktu sangat singkat. Setiap blok memiliki one-block finality, artinya blok langsung irreversibel setelah disetujui.
  4. Optimistic Responsiveness: Tidak ada timescale sinkron ketat; blok diproduksi secepat quorum validator berkomunikasi, menghasilkan latensi median ~0,1 detik dan 99th percentile di bawah 0,5 detik.

HyperBFT tahan terhadap hingga 1/3 validator faulty, dengan mekanisme jailing otomatis untuk node yang lambat (round-trip latency >200 ms terhadap 1/3 validator).

Pendekatan ini memberikan throughput teoritis hingga 200.000 order per detik (dapat diskalakan lebih tinggi), jauh melampaui konsensus tradisional seperti Tendermint.

Sumber: https://medium.com/@dartmouthblockchain/understanding-hyperliquid-a-comprehensive-overview-f8a5ed1823a0

HyperCore: Order Book On-Chain dan Matching Engine

HyperCore adalah mesin trading inti yang menjalankan CLOB sepenuhnya on-chain. Tidak ada matching engine off-chain atau hidden order book, semua operasi tercatat langsung di state blockchain.

Cara kerja:

  1. Order Placement: Pengguna mengirim order (limit/market) melalui transaksi. Order langsung masuk ke state order book HyperCore.
  2. Matching dan Eksekusi: Matching engine native (dalam RustVM) membandingkan order secara deterministik sesuai aturan CLOB. Trade dieksekusi atomik dalam satu blok.
  3. Liquidation dan Risk Management: Margin calculation, liquidation, dan clearing house juga on-chain, memastikan transparansi dan keamanan tanpa intermediary.
  4. Finalitas: Setiap perubahan (order, cancel, trade) mendapatkan one-block finality dari HyperBFT.

Keunggulan ini menghasilkan pengalaman trading mirip centralized exchange (CEX) dengan latensi rendah, tanpa risiko front-running atau manipulasi.

Sumber: https://rocknblock.io/blog/how-does-hyperliquid-work-a-technical-deep-dive

HyperEVM dan Eksekusi Smart Contract

HyperEVM menyediakan lingkungan smart contract kompatibel EVM (berbasis Cancun hard fork), sehingga pengembang dapat memigrasi dApps Ethereum dengan mudah.

Precompiles khusus memungkinkan kontrak HyperEVM mengakses state HyperCore secara langsung, misalnya membaca likuiditas order book atau memicu trade.

Eksekusi berjalan paralel dengan HyperCore di bawah konsensus yang sama, memungkinkan komposabilitas penuh (lending, NFT, dll.) tanpa mengorbankan kecepatan trading inti.

Pemrosesan Transaksi dan Pipeline

Transaksi di Hyperliquid mengikuti pipeline teroptimasi:

  1. Pengiriman: User mengirim transaksi (order/trade/smart contract call) ke RPC node.
  2. Sequencing: Leader HyperBFT mengurutkan transaksi secara deterministik.
  3. Eksekusi: HyperCore menangani trading cepat; HyperEVM menangani kontrak umum. Blok kecil untuk latensi rendah, blok besar periodik untuk kapasitas.
  4. Propagasi dan Validasi: Blok disebarkan dan divalidasi oleh validator quorum.
  5. Settlement: State diupdate secara atomik dengan finalitas instan.

sangat rendah (bahkan gas-free untuk trading tertentu), dengan throughput tinggi berkat desain pipelined.

Sumber: https://www.blockhead.co/2025/06/05/inside-hyperliquids-technical-architecture/

Perkembangan Teknis Terkini

Hyperliquid terus dioptimasi:

  • Peluncuran HyperEVM (2025) membuka ekosistem DeFi lebih luas dengan integrasi langsung ke order book.
  • HIP-1 dan HIP-2 memperkenalkan native spot tokens dan mekanisme Hyperliquidity (liquidity commitment permanen).
  • Peningkatan HyperBFT dan dual-block architecture meningkatkan skalabilitas hingga jutaan TPS teoritis.
  • Validator set semakin terdesentralisasi melalui staking HYPE, dengan mekanisme jailing yang ketat untuk menjaga performa.

Semua upgrade difokuskan pada keamanan, latensi, dan komposabilitas tanpa mengubah fondasi on-chain order book.

Kesimpulan

Hyperliquid merevolusi blockchain Layer 1 melalui HyperBFT yang cepat dan arsitektur dual (HyperCore + HyperEVM) yang terintegrasi.

Mekanisme ini memungkinkan order book perpetual dan spot sepenuhnya on-chain dengan finalitas satu blok, latensi sub-detik, serta kompatibilitas smart contract EVM semua dalam satu state terpadu.

Dengan fokus pada performa tinggi dan transparansi, Hyperliquid menjadi infrastruktur ideal untuk aplikasi trading dan DeFi berskala besar di masa depan.

Cari di situs

Artikel, istilah crypto, video, tools, dan laporan vault.

Jelajahi artikel · Kamus Crypto