Paman Beruang Cari di situs

Blockchain Review · Ep 2 dari 18

Layer 2 Ethereum

Terbit di X · · 6 menit baca

Di artikel ini8 bagian
  1. Keterbatasan Teknis Layer 1 Ethereum
  2. Konsep Dasar Layer 2 dan Klasifikasinya
  3. Mekanisme Kerja Optimistic Rollups
  4. Mekanisme Kerja Zero-Knowledge (ZK) Rollups
  5. Contoh Implementasi Layer 2 Ethereum Populer
  6. Perbandingan dan Keunggulan Relatif
  7. Perkembangan Terkini dalam Teknologi Layer 2
  8. Kesimpulan

Kamus Crypto · Ketuk istilah bergaris titik untuk lihat artinya.

Ethereum sebagai platform blockchain Layer 1 (L1) telah menjadi infrastruktur utama bagi ribuan aplikasi terdesentralisasi (dApps).

Namun, keterbatasan skalabilitas inheren pada Layer 1 mendorong pengembangan solusi Layer 2 (L2) yang mampu meningkatkan throughput secara signifikan sambil mempertahankan keamanan dan desentralisasi Ethereum.

Artikel ini membahas secara mendalam mekanisme teknis Layer 2 Ethereum, contoh implementasi populer, serta perbandingan keunggulan masing-masing pendekatan dari perspektif teknologi murni.

Keterbatasan Teknis Layer 1 Ethereum

Ethereum Layer 1 menjalankan eksekusi dan validasi semua transaksi secara on-chain melalui Ethereum Virtual Machine (EVM). Hal ini menghasilkan throughput terbatas sekitar 15–30 transaksi per detik, tergantung kondisi jaringan.

Setiap operasi dan penyimpanan data bersaing untuk ruang blok yang terbatas, menyebabkan kemacetan dan peningkatan saat permintaan tinggi.

Layer 2 dirancang untuk mengatasi masalah ini dengan memindahkan eksekusi transaksi ke lapisan terpisah, sementara tetap mengandalkan Ethereum sebagai lapisan settlement dan data availability.

Sumber: https://iglu.net/ethereum-layer-1-vs-layer-2/

Konsep Dasar Layer 2 dan Klasifikasinya

Solusi Layer 2 yang benar (true L2) harus memenuhi tiga kriteria utama:

  1. memposting data atau bukti ke Layer 1,
  2. menjamin data availability melalui Ethereum,
  3. dan mewarisi finalitas serta keamanan dari konsensus Layer 1.

Dua pendekatan dominan adalah Optimistic Rollups dan Zero-Knowledge (ZK) Rollups. Kedua jenis ini mengelompokkan ratusan transaksi menjadi satu batch sebelum memposting ringkasan ke Ethereum, sehingga secara dramatis meningkatkan efisiensi.

Mekanisme Kerja Optimistic Rollups

Optimistic Rollups beroperasi berdasarkan asumsi bahwa semua transaksi yang diproses off-chain adalah valid. Sequencer mengurutkan dan mengeksekusi transaksi, kemudian memposting state root baru beserta data transaksi ke kontrak di Layer 1.

Selama periode tantangan (biasanya 7 hari), siapa pun dapat mengajukan fraud proof jika menemukan ketidaksesuaian. Proses verifikasi menggunakan protokol bisection interaktif yang mempersempit perselisihan hingga satu instruksi yang dapat diverifikasi langsung di EVM Layer 1. Jika tidak ada tantangan, status dianggap final.

Sumber: https://docs.optimism.io/op-stack/fault-proofs/explainer

Mekanisme Kerja Zero-Knowledge (ZK) Rollups

ZK-Rollups menggunakan kriptografi untuk membuktikan keabsahan eksekusi tanpa mengungkap detail transaksi. Setelah sequencer memproses batch, prover menghasilkan zero-knowledge proof (ZK-SNARK atau ZK-STARK) yang membuktikan bahwa transisi status valid.

Bukti ini diverifikasi di Layer 1 dengan biaya konstan dan relatif rendah. Karena bukti validitas disertakan, finalitas dicapai segera setelah verifikasi, tanpa memerlukan periode tantangan

Sumber: https://medium.com/@alibarrs/how-to-choose-your-zkvm-d552b19709b2

Contoh Implementasi Layer 2 Ethereum Populer

Berbagai proyek telah mengimplementasikan teknologi rollup dengan pendekatan yang berbeda-beda, semuanya tetap memenuhi prinsip true L2 dengan mewarisi keamanan Ethereum.

Optimistic Rollups

  • Arbitrum One: Menggunakan stack Arbitrum Nitro yang sangat kompatibel dengan EVM. Ia mendukung eksekusi smart contract Solidity secara native dan telah mengimplementasikan fraud proofs yang semakin terdesentralisasi.
  • OP Mainnet (Optimism): Mengembangkan OP Stack, sebuah framework modular yang memungkinkan pembuatan rantai-rantai interoperabel dalam ekosistem Superchain. Pendekatan ini sangat memudahkan skalabilitas horizontal.
  • Base: Dibangun menggunakan OP Stack, Base mengoptimalkan kompatibilitas dengan alat pengembangan Ethereum standar dan fokus pada peningkatan user experience.

Zero-Knowledge Rollups

  • Scroll: Menggunakan zkEVM dengan tingkat kesetaraan bytecode yang tinggi terhadap Ethereum, memungkinkan migrasi dApp dengan perubahan kode minimal.
  • zkSync Era: Menawarkan zkEVM dengan native Account Abstraction, yang meningkatkan fleksibilitas akun dan pengalaman pengguna.
  • Linea (dari ConsenSys): Merupakan zkEVM tipe 2 yang sangat equivalent pada level virtual machine, sehingga kompatibel dengan sebagian besar tooling dan Ethereum.
  • Starknet: Mengadopsi pendekatan non-EVM dengan STARK proofs dan bahasa pemrograman Cairo. Meski memerlukan adaptasi kode, ia memberikan keunggulan signifikan dalam efisiensi komputasi.

Perbandingan dan Keunggulan Relatif

Optimistic dan ZK Rollups memiliki trade-off teknis yang jelas, yang dapat menjadi dasar pemilihan sesuai kebutuhan aplikasi:

  • Kompatibilitas EVM: Optimistic Rollups (seperti Arbitrum dan Optimism) umumnya menawarkan kesetaraan tertinggi, sehingga migrasi aplikasi dari Ethereum hampir tanpa hambatan. Beberapa ZK-Rollups seperti Scroll dan Linea juga telah mencapai tingkat kesetaraan yang sangat baik (Type 2 zkEVM), sementara Starknet menggunakan model yang berbeda.
  • Waktu Finalitas: ZK-Rollups unggul dengan finalitas instan setelah bukti diverifikasi di Layer 1. Sebaliknya, Optimistic Rollups memerlukan periode tantangan untuk penarikan dana, meskipun beberapa solusi sedang mengembangkan mekanisme percepatan.
  • Model Keamanan: ZK-Rollups memberikan jaminan keamanan yang lebih kuat secara kriptografis karena tidak bergantung pada partisipasi honest watcher. Optimistic Rollups bergantung pada mekanisme fraud proof dan keberadaan setidaknya satu validator jujur.
  • Efisiensi dan Kompleksitas: Optimistic Rollups lebih sederhana dan matang dalam implementasi saat ini karena tidak memerlukan pembuatan proof yang komputasi-intensif. ZK-Rollups menawarkan potensi kompresi data yang lebih baik dan skalabilitas jangka panjang yang lebih tinggi.

Secara keseluruhan, Optimistic Rollups (seperti Arbitrum, OP Mainnet, dan Base) unggul dalam kematangan teknologi, kemudahan pengembangan, dan adopsi ekosistem saat ini karena kesetaraan EVM yang tinggi serta biaya operasional yang lebih rendah di tahap awal. Mereka cocok untuk aplikasi yang memerlukan eksekusi smart contract kompleks tanpa perubahan signifikan pada kode.

Sebaliknya, ZK Rollups (seperti zkSync, Starknet, dan Polygon zkEVM) menawarkan keunggulan kriptografis murni: finalitas instan, keamanan yang tidak bergantung pada asumsi kejujuran, dan potensi privasi lebih baik. Meskipun zkEVM telah mencapai kompatibilitas tinggi, tantangan komputasi pembuktian membuatnya lebih kompleks, tetapi perkembangan hardware dan optimalisasi (termasuk recursive proofs) terus menutup gap ini. Starknet menonjol untuk kasus komputasi non-EVM yang skalabel. Interaksi Layer 2 dengan Layer 1: Settlement dan Data Availability

Semua L2 true mengandalkan Layer 1 untuk settlement (penyelesaian). Transaksi L2 di-bridge melalui kontrak khusus: deposit mengunci aset di L1 dan mint di L2; penarikan membakar di L2 lalu mengklaim di L1 dengan bukti Merkle.

Data availability krusial, data transaksi diposting sebagai calldata (historis permanen) atau blob (sementara, dipangkas setelah ~18 hari). Hal ini memungkinkan siapa pun merekonstruksi status secara independen dan mencegah sensor atau manipulasi. Bridge juga mendukung pesan lintas-rantai asinkron.

Sumber: https://blog.thirdweb.com/what-is-layer-2-blockchain/

Perkembangan Terkini dalam Teknologi Layer 2

Sejak upgrade Dencun (2024) melalui EIP-4844 (proto-danksharding), data rollup diposting sebagai blob, format data murah yang dirancang khusus untuk L2, mengurangi beban L1 secara signifikan. Kapasitas blob terus ditingkatkan secara bertahap (misalnya target 14 blob per blok pada 2026).

Upgrade mendatang seperti Fusaka (2026) akan memperkenalkan PeerDAS (data availability sampling), di mana node hanya menyimpan subset data blob secara acak, memungkinkan skalabilitas hingga 8x sambil menjaga rekonstruksi data yang aman secara kriptografis. Pendekatan rollup-centric ini tetap menjadi prioritas, dengan peningkatan blob count yang fleksibel antar upgrade.

Sumber: https://www.datawallet.com/crypto/eip-4844-explained

Kesimpulan

Layer 2 Ethereum telah berevolusi menjadi ekosistem yang kaya dengan beragam implementasi Optimistic dan ZK Rollups. Setiap solusi menawarkan kombinasi unik antara kompatibilitas, kecepatan finalitas, dan kekuatan keamanan.

Dengan terus berkembangnya teknologi seperti zkEVM dan peningkatan kapasitas data availability, arsitektur Ethereum yang modular ini semakin mendekati visi skalabilitas massal tanpa mengorbankan prinsip desentralisasi dan keamanan.

Cari di situs

Artikel, istilah crypto, video, tools, dan laporan vault.

Jelajahi artikel · Kamus Crypto