Paman Beruang Cari di situs

Blockchain Review · Ep 9 dari 18

Bitcoin Cash

Terbit di X · · 5 menit baca

Di artikel ini6 bagian
  1. Arsitektur Inti Bitcoin Cash
  2. Mekanisme Konsensus Proof-of-Work dengan SHA-256
  3. Pemrosesan Transaksi dan Pipeline
  4. Korelasi Teknis dengan Bitcoin Saat Ini
  5. Perkembangan Teknis Terkini
  6. Kesimpulan

Kamus Crypto · Ketuk istilah bergaris titik untuk lihat artinya.

Bitcoin Cash (BCH) merupakan blockchain Layer 1 yang lahir sebagai hard fork dari Bitcoin pada 1 Agustus 2017. Tujuannya adalah merealisasikan visi asli Bitcoin sebagai sistem pembayaran elektronik peer-to-peer yang cepat, murah, dan skalabel secara on-chain.

Dengan mempertahankan model Unspent Transaction Output (UTXO) serta algoritma Proof-of-Work (PoW) SHA-256, Bitcoin Cash menawarkan arsitektur yang mirip Bitcoin, namun dengan penyesuaian teknis yang signifikan untuk meningkatkan throughput transaksi tanpa mengorbankan keamanan atau desentralisasi.

Artikel ini membahas secara mendalam mekanisme dan cara kerja Bitcoin Cash dari perspektif arsitektur, konsensus, pemrosesan transaksi, serta perkembangan protokol terkini hingga.

Sumber: https://www.cube.exchange/what-is/bitcoin-cash

Arsitektur Inti Bitcoin Cash

Bitcoin Cash mengadopsi arsitektur blockchain yang hampir identik dengan Bitcoin, yakni rantai blok berbasis UTXO yang bersifat monolithic dan peer-to-peer. Setiap node penuh (full node) menyimpan salinan lengkap ledger dan memvalidasi semua transaksi secara independen.

Perbedaan utama terletak pada parameter blok dan penyesuaian adaptif yang dirancang untuk skalabilitas on-chain:

  • Block Size Limit: Saat ini maksimal 32 MB (ditingkatkan secara bertahap dari 8 MB pada 2018). Sejak upgrade 2024, Adaptive Block Limit Algorithm (ABLA) memungkinkan ukuran blok menyesuaikan secara dinamis berdasarkan permintaan jaringan, sehingga menghindari pembengkakan biaya transaksi saat beban tinggi.
  • Transaction Format: Menggunakan format transaksi Bitcoin dengan peningkatan pada ukuran data (misalnya OP_RETURN lebih besar) dan dukungan CashAddr sebagai format alamat standar yang lebih efisien.
  • State Management: UTXO set dikelola secara efisien melalui Merkle tree, memungkinkan verifikasi cepat tanpa memerlukan mesin virtual kompleks seperti EVM.

Arsitektur ini memastikan kompatibilitas tinggi dengan tooling Bitcoin, sekaligus memberikan kapasitas transaksi yang jauh lebih tinggi (target hingga ratusan transaksi per detik secara realistis).

Sumber: https://forkast.news/proof-of-work-what-is-it-bitcoin-halving/

Mekanisme Konsensus Proof-of-Work dengan SHA-256

Bitcoin Cash menggunakan algoritma konsensus Proof-of-Work (PoW) yang sama dengan Bitcoin, yaitu SHA-256. Miner bersaing memecahkan puzzle kriptografis untuk menghasilkan blok baru setiap rata-rata 10 menit.

Cara kerja konsensus langkah demi langkah:

  1. Pengumpulan Transaksi: Miner mengambil transaksi valid dari mempool dan menyusun kandidat blok.
  2. Proof-of-Work: Miner mencari nonce yang membuat hash SHA-256 dari header blok berada di bawah target kesulitan jaringan.
  3. Difficulty Adjustment Algorithm (DAA): Sejak November 2020, Bitcoin Cash menggunakan ASERT (Asymmetric Exponential Moving Average) DAA. Algoritma ini lebih responsif terhadap perubahan hash rate dibandingkan DAA Bitcoin, sehingga menjaga waktu blok tetap stabil meskipun terjadi fluktuasi miner (misalnya saat miner beralih antara Bitcoin dan Bitcoin Cash).
  4. Validasi Blok: Node lain memverifikasi PoW, transaksi, dan aturan konsensus sebelum menerima blok ke rantai terpanjang.

Mekanisme ini memberikan keamanan yang telah teruji selama bertahun-tahun, dengan ketahanan terhadap serangan 51% yang bergantung pada total hash rate jaringan.

Sumber: https://www.rockitcoin.com/blog/what-is-bitcoin-cash/

Pemrosesan Transaksi dan Pipeline

Proses transaksi di Bitcoin Cash mengikuti model UTXO yang sederhana dan deterministik:

  1. Pembuatan dan Penandatanganan: Pengguna membuat transaksi dengan input (UTXO sebelumnya), output (alamat penerima), serta tanda tangan menggunakan ECDSA atau Schnorr (sejak 2019).
  2. Propagasi: Transaksi disebarkan melalui jaringan gossip ke mempool node.
  3. Inklusi ke Blok: Miner memilih transaksi dari mempool berdasarkan fee dan prioritas, kemudian memasukkannya ke blok.
  4. Konfirmasi: Blok disebarkan dan divalidasi oleh node. Transaksi dianggap terkonfirmasi setelah beberapa blok tambahan (biasanya 6 konfirmasi untuk keamanan tinggi).

Fitur tambahan seperti CashTokens (diaktifkan 2023) memungkinkan token fungible dan non-fungible secara native tanpa eksternal, sementara Schnorr signatures meningkatkan efisiensi dan privasi tanda tangan.

Sumber: https://www.vamsitalkstech.com/blockchain/the-architecture-of-blockchain-45/

Korelasi Teknis dengan Bitcoin Saat Ini

Bitcoin Cash dan Bitcoin memiliki hubungan teknis yang erat karena berasal dari codebase yang sama sebelum hard fork 2017. Keduanya masih berbagi algoritma hashing SHA-256, model UTXO, dan mekanisme konsensus Proof-of-Work dasar.

Hal ini memungkinkan merged mining secara tidak langsung melalui mining pool yang sama, di mana miner dapat beralih antara kedua jaringan dengan mudah.

Namun, keduanya telah divergen secara signifikan:

  • Bitcoin Cash mengutamakan skalabilitas on-chain melalui block size besar (32 MB) dan upgrade scripting (seperti CashTokens dan peningkatan opcode pada upgrade Layla 2026), sementara Bitcoin lebih fokus pada keamanan dan desentralisasi dengan block size kecil serta solusi Layer 2 seperti Lightning Network.
  • Difficulty Adjustment Algorithm (ASERT) pada Bitcoin Cash lebih adaptif dibandingkan mekanisme Bitcoin, sehingga BCH mampu menjaga waktu blok yang stabil meskipun hash rate fluktuatif.
  • Saat ini, Bitcoin Cash beroperasi sebagai blockchain independen dengan state dan history transaksi yang terpisah sejak fork. Meskipun keduanya tetap kompatibel pada level protokol dasar, upgrade-upgrade BCH (seperti Cash Improvement Proposals) tidak lagi sinkron dengan Bitcoin.

Korelasi teknis ini membuat Bitcoin Cash sering dianggap sebagai “eksperimen skalabilitas” Bitcoin, di mana inovasi on-chain diuji tanpa mengganggu jaringan Bitcoin utama. Namun, Bitcoin Cash tetap bergantung pada ekosistem mining yang sama, sehingga perubahan besar pada hash rate Bitcoin dapat memengaruhi kestabilan difficulty BCH.

Perkembangan Teknis Terkini

Bitcoin Cash terus berkembang melalui Cash Improvement Proposals (CHIPs) yang diaktifkan melalui hard fork tahunan pada 15 Mei. Upgrade utama meliputi:

  • 2024: Aktivasi ABLA untuk block size adaptif dan peningkatan efisiensi propagasi.
  • 2025–2026 (Upgrade Layla/CashVM): Peningkatan kemampuan scripting dengan bounded loops, fungsi modular (OP_DEFINE/OP_INVOKE), bitwise operations, serta Pay-to-Script (P2S) standardization. Upgrade ini diuji di Chipnet sejak akhir 2025 dan diaktifkan di mainnet pada 15 Mei 2026, meningkatkan kemampuan smart contract tanpa mengubah model UTXO dasar.
  • Fokus Jangka Panjang: Optimalisasi propagasi blok (seperti Xthinner) dan peningkatan ukuran blok secara bertahap untuk mendukung volume transaksi yang lebih tinggi.

Semua upgrade dilakukan melalui proses komunitas terbuka di Bitcoin Cash Research, memastikan kompatibilitas mundur dan keamanan yang ketat.

Sumber: https://www.wallstreetmojo.com/bitcoin-cash/

Kesimpulan

Bitcoin Cash menghadirkan blockchain Layer 1 yang tangguh dan skalabel melalui PoW SHA-256, DAA ASERT, serta block size adaptif hingga 32 MB.

Meskipun berbagi akar teknis yang kuat dengan Bitcoin, BCH telah mengembangkan jalur sendiri dengan prioritas skalabilitas on-chain yang lebih agresif.


Jika kamu suka dengan artikel review blockchain seperti ini, maka ketahuilah bahwa ini adalah episode yang ke 9, yang berarti ada 8 artikel lainnya yg mereview berbagai blockchain dari sisi teknologi

temukan artikel lainnya di

https://x.com/search?q=from%3Abukanpamanmu%20review%20blockchain&src=typed_query&f=top

Cari di situs

Artikel, istilah crypto, video, tools, dan laporan vault.

Jelajahi artikel · Kamus Crypto